Kerumunan demonstran dan pedagang kaki lima yang memadati jalan
patung kuda, Jakarta Pusat, kamis (31/10/24).
JAKARTA, LIPUTAN69 -. “Dimana ada gula, di situ ada semut.” Begitulah peribahasa yang
tepat untuk menggambarkan momen aksi demonstrasi buruh yang berlangsung pada
kamis (31/10/2024) lalu. Di tengah kerumunan ribuan demonstran yang memadati
jalan patung kuda, Jakarta. Pedagang justru menemukan rezeki nomplok yang tak
terduga.
Gerobak makanan, minuman
segar, hingga penjual topi dan payung berjajar rapi di sepanjang jalur aksi.
Bukan hanya sekadar pelengkap suasana, tetapi mereka menjadi penyelamat bagi
para demonstran yang membutuhkan tenaga tambahan di tengah panas terik dan hiruk
pikuk aksi demo buruh ini. “jadi kita itu carinya yang rame bang. Kalo kalo
posisinya rame ada demo gini lanjut gempurlah cari uangnya semangat,” ujar
Andy, pedagang minuman sepeda keliling di kawasan Patung Kuda, Jakarta. Ia
mengaku mendapatkan omzet hingga 4 sampai 5 kali lipat dibandingkan hari biasa.
Selain makanan, pedagang
minuman juga menjadi sorotan. Dengan suhu udara yang panas, es teh manis dan es kopi laris manis
diserbu demonstran. “Biasanya dagang dapat Rp.100.000,00 kalo hari biasa, Kalo
ada demo buruh seperti ini bisa dapat Rp.400.000,00 – Rp.500.000,00,” tutur
Andy, penjual es di kawasan Patung Arjuna Wijaya.
Fenomena ini menjadi
bukti bahwa di balik setiap keramaian, selalu ada peluang ekonomi yang bisa
dimanfaatkan. Demonstrasi buruh yang bertujuan menyampaikan aspirasi kepada
pemerintah ternyata memberikan berkah tersendiri bagi sektor informal.
Namun, tak hanya
pedagang makanan dan minuman, usaha kecil lain seperti jasa ojek online dan
penjual topi juga ikut kecipratan rezeki. Banyak demonstran membeli atribut
topi, kacamata maupun payung untuk melindungi diri mereka dari teriknya sinar
matahari dalam aksi demo tersebut.
Dalam riuh rendah aksi
yang dipenuhi semangat perjuangan, para pedagang kaki lima menjadi bagian tak
terpisahkan dari dinamika tersebut. Kehadiran mereka tidak hanya mengisi perut
para demonstran, tetapi juga menunjukkan bahwa setiap kerumunan besar selalu
membuka jalan bagi kreativitas dan keberuntungan.
"seluruh pedagang itu
kalo ada demo enak bang, dia bisa dagang dan kadang kalo dagangan mau diambil Satpol PP kami di bantuin sama para demonstran" ungkap Andy, pedagang es kopi starling yang mengaku sangat
terbantu dengan momentum ini. Ia berharap aksi-aksi lain yang mungkin terjadi
ke depan bisa kembali membawa berkah serupa.
“Rezeki memang bisa datang dari mana saja, asal
kita jeli melihat peluang” begitulah kata pepatah yang menggambarkan para
pedagang kaki lima yang meraup keuntungan dari aksi demo buruh ini. Dengan aksi
yang berlangsung damai dan tertib, kisah ini menjadi gambaran bahwa di tengah
perjuangan buruh untuk kesejahteraan, ada sisi lain yang mengingatkan kita
bahwa roda ekonomi tetap berputar bahkan dalam situasi yang tak terduga. (Hadidtya Pratama Saputra)

